
Perseus Anak dari Bapaknya para dewa yang terkenal dengan senjata petirnya itu. Nama Perseus binti Zeus tidak sepopuler nama Ares sang ahli perang, Athena yang merupakan anak kesayangan Zeus, Aphrodite yang paling cantik atau Apollo yang ahli kesehatan.
Namun dia memiliki nilai plus dari kisahnya, penghargaannya terhadap sosok Ibu dan kisah heroiknya sebagai seorang dengan kepedulian sosial yang tinggi.Perseus dilahirkan dari kandungan wanita bernama Danae, anak kesayangan Acrisius raja Argos.
Perseus kecil diramalkan akan membunuh Kakeknya suatu saat dimasa depan. Hal itu membuat Acrisius ketar-ketir, takut memeluk cucunya itu bahkan takut melihatnya. Acrisius menganggap Perseus kecil adalah musuh dalam selimutnya, adalah ancaman yang lebih besar dari pemberontakan-pemberontakan diluar dinding istana.Dengan alasan itu bila Perseus hilang bahkan terbunuh sang Kakek tidak akan merasa sedih.
Melihat gelagat yang kurang baik oleh
Bapaknya membuat Danae tidak tinggal diam. Dia berontak, naluri
ke-Ibuannya memagari keselamatan jiwa anaknya.Agar anaknya selamat
membuat Danae memilih opsi untuk meninggalkan segala keistimewaan yang
diperolehnya sebagai putri raja dan rela meninggalkan tanah
kelahirannya, menjadi orang buangan. Ditinggal kannya perhiasan emas,
perak, intan, permata melainkan hanya kain yang membalut tubuhnya. Harta
yang kini tersisa dan yang tidak akan ditukarnya dengan singgasana dan
perhiasan lain adalah anaknya. Sungguh bukti kasih Ibu yang tiada tara,
tak terkira bahkan terhingga.
Acrisius begitu takut hingga
hilang akal sehatnya. Danae dan Perseus akhirnya harus meninggalkan
Yunani, dengan perintah raja dimasukkan dua beranak itu oleh serdadu
kedalam sebuah peti kemudian dibuang ke lautan lepas. Terombang-ambing
di lautan tak tentu arah. Penuh kesengsaraan. Menjauh semakin jauh dari
kampung halaman untuk hilang tenggelam di tengah lautan atau jaya
terselamatkan.
Setelah dibuang ke laut, Perseus
berusaha untuk menjadi seorang yang bakal abadi namanya. Bila Achilles
memperoleh keistimewaan itu harus dengan berperang dan mati mengenaskan
di cerita Troy, maka Perseus lebih beruntung.Setelah berhari-hari
terkatung-katung di laut dengan segala penderitaan yang dihadapi, Ibu
dan anak itu akhirnya terdampar di pulau Seriphus. Disanalah tempat
Perseus tumbuh. Kecantikan Danae yang termasyhur terdengar di telinga
Polydectes sang raja Seriphus. Setelah bertemu tanpa basa-basi sang raja
itu langsung jatuh cinta. Namun ternyata Danae seorang janda beranak
satu dan Danae adalah wanita yang bertipe setia.
Polydectes orang yang ambisius,
apa yang diinginkannya harus didapatkannya bagaimanapun caranya. Dia
menganggap Perseus bisa jadi halangan baginya untuk menaklukkan hati
Danae, sehingga dia membuat perencanaan untuk menjauhkan Perseus dari
Ibunya. Polydectes memerintahkan agar Perseus muda untuk membunuh Medusa
yang legendaris itu. Mahluk menakutkan yang dapat membuat orang jadi
batu. Sebuah misi bunuh diri.Polydectes lebih tepat disebut raja tega
daripada raja pulau Seriphus, karena nafsunya dia tega berbuat hina
seperti itu. Melalui bimbingan Hermes dimulailah petualangan Perseus.
Sebelum semua kisah heroik dimulai Hermes memberikan kepada Perseus
pedang pusaka, si tajam yang tidak bisa bengkok atau patah. Tetapi itu
saja tidak cukup untuk adu sakti dengan Medusa, dia perlu mencari pusaka
lain yang dahsyat kekuatannya.
Hermes membimbing Perseus
menemui penyihir yang mengetahui letak pusaka untuk mengalahkan Medusa.
Penyihir yang aneh, mereka berjumlah tiga orang namun berbagi satu bola
mata.Setelah meminta agar ditunjukkan arah secara baik-baik ternyata
Perseus ditanggapi dingin oleh tiga penyihir bermata satu yang pada
genit itu hingga habislah kesabaran dari Perseus. Dia kemudian mencolok
mata penyihir itu, Ups merebut ding bukan mencolok hehe… Perseus menolak
mengembalikan bola mata itu sebelum diberitahu dimana bisa menemukan
Nymph Utara (dewa minor dalam mitologi Yunani, layaknya dewa hutan, dewa
sungai, dewa pohon). Setelah diberitahu lokasinya, dengan segera
Perseus melangkahkan ke petualangan mencari pusaka. Dia melalui
perjalanan yang cukup melelahkan, penuh perjuangan dan pertarungan
akhirnya dia bertemu dengan apa yang dicarinya. Seorang dewi yang
berwujud wanita muda yang cantik. Dari Nymph Utara itu Perseus
mendapatkan pusaka berupa sepatu bersayap, kantong ajaib yang bisa diisi
apa saja.
Sebelum dia berangkat bertempur
melawan Medusa, Athena datang dan memberinya sebuah tameng. Rambut
Medusa adalah rambut bertuah, rambut berupa kumpulan ular-ular itu
sangat menakutkan sehingga mampu membuat orang yang melihatnya sekejap
berubah menjadi batu. Tameng pusaka yang diberi oleh Athena itu bisa
membuat Perseus muda terhindar dari kekuatan sihir Medusa. Mengapa
Athena ingin membantu Perseus, ada ceritanya tersendiri. Yang pasti
bukan karena Perseus rajin shalat, puasa dan ngaji.

Dahulu kala, sebelum menjadi makhluk
yang buruk rupa dan jahat, Medusa adalah seorang gadis yang cantik yang
memberanikan diri untuk bersaing dengan Athena. Menurut legenda, Athena
marah karena hal sepele itu, dewa Yunani memang terkenal dengan tabiat
nyeleneh dan egonya. Karena Medusa juga sangat narsis akan keindahan
rambutnya membuat Athena merubah Medusa menjadi seorang monster
sekaligus diberi bonus rambut terdiri dari banyak ular yang meliuk-liuk
hidup. Konon kabarnya beberapa cerita legenda lainnya alasan Athena
menghukum Medusa adalah karena Medusa melakukan zina dengan Poseidon.
Anak hasil perbuatan Poseidon
dan Medusa itu bernama Pegasus, kuda bersayap itu. Saat membantu Perseus
kemungkinan Athena masih menyimpan kebencian terhadap Medusa. Pelajaran
yang didapat dari sepotong kisah persaingan antara Athena dan Medusa
menggambarkan bahwa setiap aksi ada konsekuensi. Akibat ego dewi Athena
lah sehingga Medusa jadi teroris yang sangat mengganggu stabilitas
kawasan, mengganggu perekonomian bahkan dikategorikan teroris bagi
seantero negara.
Akhirnya berangkatlah Perseus
menuju pertempuran yang nantinya akan disaksikan oleh para dewa, dia
akan disertai begitu banyak harap manusia yang bergantung padanya untuk
menghentikan teror dan ancaman dari Medusa.Kini perjalanan menuju Medusa
lebih mudah baginya. Perseus tidak perlu lelah jalan kaki atau pegal
karena naik kuda. Kini dia memiliki kemampuan terbang dari sepatu
bersayapnya. Perseus segera mencari dan ingin beradu sakti dengan
Medusa. Perseus mencoba mendobrak kemustahilan untuk bisa mengalahkan
makhluk sakti itu dengan segala pusaka yang dimilikinya.
Dengan topi yang membuatnya
kasat mata dan tameng Athena dia bisa menghindari serangan-serangan yang
dilancarkan Medusa hingga akhirnya Perseus bisa membasminya, memenggal
leher Medusa. Weow tidak ada yang mustahil di dunia.Kepala Medusa itu
akan dijadikannya bukti untuk ditunjukkan kepada Polydectes bahwa dia
berjaya. Dimasukannya kepala itu ke dalam kantong ajaib kemudian terbang
pulang dengan sepatu bersayapnya. Hingga saat itu Perseus belum
mengetahui bahwa Ibunya terbelenggu oleh Polydectes.
Dalam perjalanan melintasi
Ethiopia Perseus menyelamatkan seorang yang teraniaya. Seorang wanita
yang akan dijadikan tumbal kepada mahkluk laut yang jahat. Wanita yang
ditolongnya itu adalah anak dari Ratu Ethiopia. Mulia sekali dia, selain
pahlawan bagi yang takut kepada gangguan Medusa ternyata dia adalah
orang yang peduli sosial juga.Cassiopeia adalah nama ratu Ethiopia.
Wanita ini bertipe banyak omong dan sombong, dia menyatakan bahwa
dirinya lebih cantik dari Nymph laut (Nereids, makhluk kesayangan
Poseidon).
Kesombongannya itu membuat
Poseidon sang dewa laut marah dan mengirimkan monster laut untuk
menghancurkan Ethiopia. Syarat dari menghentikan kehancuran pada
Ethiopia cuma satu, Poseidon meminta Cassiopeia untuk mengorbankan anak
gadisnya bagi monster laut. Alih-alih menolak, ratu yang narsis itu
dengan teganya menyerahkan anaknya untuk diumpankan kepada monster laut.
Astaga Emak yang durhaka durjana. Putri cantik itu terkenal dengan nama
Andromeda.

Andromeda di rantai di sebuah batu di
tepi pantai. Monster yang akan memangsanya itu adalah monster jelek
seperti naga yang memiliki gading (layaknya gajah). Setelah pertarungan
yang dahsyat diantara Perseus dan monster laut itu akhirnya Perseus
berhasil juga menaklukannya dan sekaligus menyelamatkan sang putri.
Bersamaan dengan sifat heroiknya itu Perseus bisa merebut hati
Andromeda, mereka akhirnya jadi suami-istri. Meong, seharusnya saya
ingin menceritakan kisah romantisnya, tapi sayangnya itu diluar konteks
cerita yang ada dalam guidline ini. Setelah kejadian yang menyenangkan
dalam kehidupan, Perseus bergerak menuju Seriphus. Mengetahui Ibunya
tidak diperlakukan secara wajar oleh Polydectes yang jahat dan
mengetahui bahwa misi yang diberikan padanya hanya sebagai taktik untuk
menjauhkannya dari Ibu tercinta membuat Perseus naik pitam.
Namun Polydectes adalah ahli
strategi, panglima perang dan dia sudah mempersiapkan segala sesuatu
untuk menghadapi Perseus. Bersama pasukannya Polydectes berniat membunuh
Perseus, sebuah tindakan yang pengecut dengan mengeroyok Perseus.
Persius sang pahlawan itu menghadapi Polydectes dan pasukannya dengan
tenang, dikeluarkannya kepala Medusa dari kantong ajaibnya dan dengan
sekejap Polydectes beserta semua pengikutnya berubah menjadi batu.
Setelah kejadian itu Danae,
Andromeda dan Perseus pergi kembali ke Yunani. Kembali ke kampung
halaman dengan harapan baru, mengakhiri cerita ini dengan happ ending.
Sekembalinya itulah peristiwa terbunuhnya sang Acrisius raja Argos, ada
unsur ketidaksengajaan (unsur kecelakaan) dari itu. Salah satu legenda
yang terdengar adalah Perseus akhirnya pergi ke Asia. Dimana anaknya
yang bernama Perses menjadi pemimpin bangsa Persia.
Sumber : dwhykakashi