Pada dasarnya, setiap orangtua punya maksud yang baik untuk anaknya.
Ada orang tua yang setuju dengan pilihan anak, tapi terkadang ada pula
yang tidak setuju dengan pasangan pilihan anaknya.
Jadi, kamu harus mengetahui terlebih dahulu hal apa yang menyebabkan orang tua tidak setuju dengan hubungan kamu.
Kamu kemudian bisa perlahan-lahan memberikan informasi kepada pasangan kamu, agar ia dapat mengambil hati orang tua kamu. Ada hal-hal penting yang biasanya dijadikan pertimbangan saat “mencari tahu” calon menantu.
Hal yang pertama yang dilihat dari orang tua pihak perempuan biasanya adalah apakah ia adalah pria yang baik, soleh, dan bertanggung jawab.
Kedua, apakah secara finansial mampu menafkahi keluarga, paling tidak prospek masa depan yang lebih baik dengan pekerjaannya.
Dengan demikian, kamu sebagai pihak yang diperjuangkan harus memberikan bukti kepada orang tua bahwa pacar kamu bisa memberikan kedua hal diatas tadi. Kenyataannya sekarang, suami tidak selalu menjadi satu-satunya pemberi nafkah didalam rumah tangga.
Kamu juga bisa menjelaskan kepada orang tua kamu tentang rencana kamu berdua dalam membangun bahtera rumah tangga. Semua pasti membutuhkan yang namanya proses, jalani saja perlahan-lahan, jangan terlalu kelihatan kalau kamu membela pasangan kamu.
Sabar dan tekun, pasti restu orang tua akan kamu peroleh.
Berikut ini cara memperoleh restu orang tua:
1. Jujurlah dengan orang tua saat kamu memberi alasan mengapa kamu mencintai pasangan. Cari kesempatan supaya orang tua kamu dapat simpatik dan terkesan dengan kamu, misalnya saat makan bersama, bicarakan hal-hal masa kecil, mimpi-mimpi dan tujuan kamu, tapi jangan terlalu berlebihan, yang sewajarnya saja.
2. Jangan terbawa emosi dengan kata-kata kasar yang dilontarkan calon mertua.
3. Jika restu orang tua masih belum diberikan, cobalah menerima dengan sikap dewasa dan terus berusaha dengan melibatkan pihak ketiga untuk meyakinkan kalau kamu dan pasangan kamu benar-benar saling mencintai sehingga, cinta kamu tidak akan retak jika pernikahan tidak berlangsung dalam waktu dekat.
4. Jika kamu masih ragu mengenai hubungan yang tidak ada restu orang tua, tidak ada salahnya jika menunda pernikahan sampai kamu benar-benar yakin.
5. Bicarakan dengan pasangan kamu soal batasan yang perlu dibuat dengan calon mertua kamu jika memang mereka sulit menerima hubungan ini.
6. Putuskan bersama apakah kamu akan hadir di acara keluarga yang diadakan pihak perempuan, dengan pihak keluarga siapa nanti akan tinggal sementara setelah menikah.
7. Konsultasikan dengan terapis atau psikolog yang ahli di bidah pasangan.
8. Jangan biarkan konflik restu orang tua ini semakin besar dan menghancurkan hubungan kamu dengan pasangan. Teruslah berusaha untuk memperbaiki. Marah dan emosi dampaknya juga kurang baik untuk kesehatan.
Semoga dengan pendekatan terus menerus, calon mertua dapat luluh hatinya dan akhirnya restu orang tua pun diberikan.
Segala sesuatu memang ada harga yang harus dibayar dan perlu banyak perjuangan untuk bisa meluluhkan hati orang tua kamu supaya restunya diberikan pada kamu dan pasangan. (Prp)

Jadi, kamu harus mengetahui terlebih dahulu hal apa yang menyebabkan orang tua tidak setuju dengan hubungan kamu.
Kamu kemudian bisa perlahan-lahan memberikan informasi kepada pasangan kamu, agar ia dapat mengambil hati orang tua kamu. Ada hal-hal penting yang biasanya dijadikan pertimbangan saat “mencari tahu” calon menantu.
Hal yang pertama yang dilihat dari orang tua pihak perempuan biasanya adalah apakah ia adalah pria yang baik, soleh, dan bertanggung jawab.
Kedua, apakah secara finansial mampu menafkahi keluarga, paling tidak prospek masa depan yang lebih baik dengan pekerjaannya.
Dengan demikian, kamu sebagai pihak yang diperjuangkan harus memberikan bukti kepada orang tua bahwa pacar kamu bisa memberikan kedua hal diatas tadi. Kenyataannya sekarang, suami tidak selalu menjadi satu-satunya pemberi nafkah didalam rumah tangga.
Kamu juga bisa menjelaskan kepada orang tua kamu tentang rencana kamu berdua dalam membangun bahtera rumah tangga. Semua pasti membutuhkan yang namanya proses, jalani saja perlahan-lahan, jangan terlalu kelihatan kalau kamu membela pasangan kamu.
Sabar dan tekun, pasti restu orang tua akan kamu peroleh.
Berikut ini cara memperoleh restu orang tua:
1. Jujurlah dengan orang tua saat kamu memberi alasan mengapa kamu mencintai pasangan. Cari kesempatan supaya orang tua kamu dapat simpatik dan terkesan dengan kamu, misalnya saat makan bersama, bicarakan hal-hal masa kecil, mimpi-mimpi dan tujuan kamu, tapi jangan terlalu berlebihan, yang sewajarnya saja.
2. Jangan terbawa emosi dengan kata-kata kasar yang dilontarkan calon mertua.
3. Jika restu orang tua masih belum diberikan, cobalah menerima dengan sikap dewasa dan terus berusaha dengan melibatkan pihak ketiga untuk meyakinkan kalau kamu dan pasangan kamu benar-benar saling mencintai sehingga, cinta kamu tidak akan retak jika pernikahan tidak berlangsung dalam waktu dekat.
4. Jika kamu masih ragu mengenai hubungan yang tidak ada restu orang tua, tidak ada salahnya jika menunda pernikahan sampai kamu benar-benar yakin.
5. Bicarakan dengan pasangan kamu soal batasan yang perlu dibuat dengan calon mertua kamu jika memang mereka sulit menerima hubungan ini.
6. Putuskan bersama apakah kamu akan hadir di acara keluarga yang diadakan pihak perempuan, dengan pihak keluarga siapa nanti akan tinggal sementara setelah menikah.
7. Konsultasikan dengan terapis atau psikolog yang ahli di bidah pasangan.
8. Jangan biarkan konflik restu orang tua ini semakin besar dan menghancurkan hubungan kamu dengan pasangan. Teruslah berusaha untuk memperbaiki. Marah dan emosi dampaknya juga kurang baik untuk kesehatan.
Semoga dengan pendekatan terus menerus, calon mertua dapat luluh hatinya dan akhirnya restu orang tua pun diberikan.
Segala sesuatu memang ada harga yang harus dibayar dan perlu banyak perjuangan untuk bisa meluluhkan hati orang tua kamu supaya restunya diberikan pada kamu dan pasangan. (Prp)